Pada usia 10 tahun, alat kelamin Opiyo mengalami bengkak dan seperti ada bisulnya. Saat itu, ia pun mengobatinya dengan salep dan berharap bahwa bengkak pada alat kelaminnya bisa sembuh dengan sendirinya. Sayang, alat kelaminnya justru semakin membengkak dan tak kunjung sembuh. Khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya, ia pun dibawa ke rumah sakit terdapat dan menjalani operasi.
Awalnya, operasi yang dijalankan membuahkan hasil yang mengesankan. Alat kelaminnya pun bisa berukuran normal kembali. Hanya saja, setelah beberapa waktu kemudian, alat kelaminnya kembali membengkak dan kondisinya semakin buruk. Akibat kondisinya ini, Opiyo harus putus sekolah dan tidak bisa bekerja. Teman-temannya kerap mengejeknya karena ia memiliki alat kelamin yang biasa. Ia juga enggan keluar rumah karena ia merasa sangat malu.
Padahal, sama seperti orang lain pada umumnya, Opiyo juga berharap ia bisa membangun sebuah keluarga, menikah dan memiliki anak. Tapi, karena alat kelaminnya terlalu besar, nampaknya ia akan kesulitan melakukan hubungan intim. Kemungkinan besar, juga tak ada wanita yang berani menikah dengannya. Sebelumnya, ia dan keluarga pernah menggalang dana untuk biaya pengobatannya. Hanya saja, dunia medis belum mengetahui kondisi apa yang dialami oleh Opiyo.
Sampai saat ini, Opiyo juga dikatakan satu-satunya pria yang mengalami kondisi langka tersebut di Afrika. Meski begitu, rencananya Opiyo akan kembali melakukan pemeriksaan medis lanjutan dan berkonsultasi dengan beberapa dokter sekaligus. Ia juga akan melakukan operasi agar ia bisa menjadi pria normal seperti pria-pria lain pada umumnya. Ladies, semoga saja kondisi Opiyo bisa segera diketahui penyembuhannya dan ia pun bisa hidup normal seperti yang ia impikan.











0 komentar:
Posting Komentar