Senin, 03 Oktober 2016

Alasan Bahaya Keamanan di Balik Foto Boarding Pass

Alasan Bahaya Keamanan di Balik Foto Boarding Pass
Alasan Bahaya Keamanan di Balik Foto Boarding Pass
Anak muda jaman sekarang, nggak afdol kalau nggak traveling. Dengan alasan, “Masa muda hanya sekali dan tak akan pernah kembali lagi,” semakin banyak saja orang-orang berusia 20 tahunan yang lebih memilih untuk menikmati indahnya dunia terlebih dahulu dibandingkan kepentingan lainnya.

Karena darah muda yang menggelegak, semangat seakan tak pernah ada habisnya. Apalagi sekarang adalah jamannya media sosial, tempat di mana segala hal bisa dipamerkan. Termasuk foto boarding pass yang merupakan dokumen penting untuk perjalanan. Sambil upload-upload foto boarding pass dan dokumen lainnya sampai tidak sadar bahwa mata terlalu lama memandang layar smartphone.

Di sisi lain, entah maksudnya ingin memberitahu orang lain bahwa dia akan berkelana, atau karena ingin memotretnya saja, ternyata mengunggah foto boarding pass ke media sosial, seperti Instagram, Facebook, Path, atau Twitter ini mengundang bahaya tersendiri, lho. Kenapa bisa begitu?

Lewat National Geographic, sebuah informasi penting mengenai bahaya di balik unggahan foto boarding pass terkuak. Seorang ahli keamanan memberikan keterangan kepada Business Insider Inggris bahwa seseorang tidak seharusnya mengunggah foto-foto dokumen perjalanan ke internet. Menurutnya, “Di boarding pass ada barcode dua dimensi dan kode QR yang dapat menyimpan banyak informasi.”

Tidak hanya itu saja, menurut ahli keamanan tersebut, hanya dengan mengetahui kode yang dicetak pada boarding pass, seseorang bisa saja menggali informasi-informasi pribadi tentang diri seorang pelancong, termasuk rencana perjalanan yang akan atau sudah dilakukan sebelumnya.

Bagaimana bila nantinya sang pencuri identitas tersebut berhasil mengambil dan memanfaatkan kode-kode boarding pass yang diambil dari media sosial? Kalau hal it terjadi, bersiaplah menjadi seseorang yang diintip oleh orang lain dari kejauhan. Seseorang tersebut bisa dengan mudah mengakses data-data penting, termasuk nomor rekening bank, nomor KTP, telepon, hingga asuransi. Tidak hanya data penting, data pribadi pun juga bisa mereka dapatkan. Tidak kebayang kan bagaimana tidak nyamannya hidup ketika seseorang mengetahui detail pribadi hingga ceruk yang terdalam?

Yang lebih menyeramkan lagi, kalau kehilangan uang mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi keadaan bakal semakin gawat bila orang tersebut mencuri detail keberangkatan dan berbagai informasi mengenai tujuan wisata dengan maksud jahat. Tentu bakal mengerikan ceritanya kalau diteruskan. Tapi kewaspadaan adalah hal terpenting yang harus didulukan daripada sekadar memberitahu teman bahwa akan berlibur lewat foto boarding pass saja.

Dunia tidak lagi selebar daun kelor ketika internet ditemukan. Segala informasi bisa diakses dengan mudah, entah untuk kebaikan mau pun kejahatan. Mulai sekarang, lebih bijaklah dalam berbagi informasi dengan sesama.

Baca juga :

0 komentar:

Posting Komentar