Rabu, 31 Mei 2017

Program Rudal Korut Tak Akan Dihentikan Walau Dipaksa Negara-Negara G7

Program Rudal Korut Tak Akan Dihentikan Walau Dipaksa Negara-Negara G7
Program Rudal Korut Tak Akan Dihentikan Walau Dipaksa Negara-Negara G7
Berita Internasional - Negara-negara anggota G7 yaitu Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk memaksa Korea Utara (Korut) menghentikan program pengembangan nuklirnya. Negara-Negara G7 tersebut setuju untuk mendesak dan memberi sanksi sesegera mungkin kepada negara tertutup itu.

Menanggapai desakan tersebut, Korut justru berbalik menuding bahwa negara-negara G7 merupakan negara yang telah terlebih dulu dan kerap menggunakan teknologi nuklir. Menurut Korut, hal itu telah terbukti berdasarkan sejarah.

"Mereka mendesak DPRK (republik demokratik korea utara) untuk membatalkan program pengembangan nuklir. Namun semua itu dimaksudkan untuk membela diri mereka. Ini seperti pihak yang salah mengajukan tuntutan terlebih dulu," terang pihak Korut sebagaimana diwartakan CNN, Rabu (31/5/2017).

Pernyataan Korut tersebut juga menyebut, bahwa AS dan negara-negara pengikutnya telah melakukan kesalahan besar jika mengira negara yang dipimpin Kim Jong-un itu akan takut serta mengambil langkah mundur.

"Sanksi dan tekanan yang meningkat justru akan semakin memicu DPRK untuk terus meningkatkan langkahnya dalam diversifikasi dan modernisasi kekuatan nuklirnya," imbuh pernyataan tersebut.

Sebagaimana diketahui isu pengembangan program rudal dan nuklir Korut menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Italia beberapa waktu lalu. Pembahasan tersebut menyusul uji coba rudal Korut yang mendarat di zona ekonomi ekslusif (ZEE) Jepang dan dianggap mengganggu lalu lintas udara serta maritim. Uji coba Korut tersebut juga dianggap telah mengancam keamanan dunia internasional.

0 komentar:

Posting Komentar