SENANGPOKER AGEN POKER TERPERCAYA - Polisi telah memeriksa tersangka dan sejumlah saksi terkait teror yang terjadi di Mapolda Sumatera Utara (Sumut). Diketahui, motif teror itu untuk merampas senjata milik anggota Polri kemudian digunakan menyerang polisi dan personel TNI.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, rencana merampas senjata api milik polisi itu telah direncanakan selama seminggu oleh kelompok terduga teroris yang menyerang Mapolda Sumut.
"Dari hasil pemeriksaan, rencananya mereka menyerang anggota polisi yang bertugas. Lalu mengambil senjata milik Polri untuk digunakan menyerang polisi dan TNI. Itu yang hendak mereka lakukan. Tapi rencana tidak terjadi karena setelah menyerang polisi yang bertugas, mereka kita tangkap," ujar Kombes Rina di Mapolda Sumut, Selasa (27/6/2017).
Namun, polisi masih mendalami tentang rencana yang disusun oleh AR dan SP bersama kelompoknya. Penyidik kepolisian masih mencari tahu alasan mereka ingin menyerang anggota Polri dan TNI.
"Setelah ingin mengambil senjata milik polisi. Kita belum tahu kapan rencana mereka akan menggunakan senjata itu untuk menyerang Polri dan TNI. Apakah menyerang saat itu juga atau di hari lain, belum kita ketahui. Saat ini masih kita dalami," papar Kombes Rina.
Sebelumnya, dua terduga teroris yang terlibat dengan ISIS berinisial AR dan SP menusuk seorang personel Yanma Polda Sumatera Utara bernama Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging hingga tewas saat sedang bertugas menjaga Mapolda Sumut di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, pada Minggu 25 Juni 2017 dini hari.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan lima orang yang diduga membantu AR dan SP untuk menyerang Mapolda Sumut. AR sendiri tewas karena terkena tembakan polisi karena mencoba kabur. Sedangkan SP masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Medan karena mendapat luka tembak di bagian kaki.











0 komentar:
Posting Komentar